Obat Herbal Hepatitis


Cara Mengobati Hepatitis atau Penyakit Liver dengan Propolis

propolis goodfit
Kemasan Baru GOODFIT PROPOLIS

0822 1812 0457 – obat hepatitis, obat hepatitis bayi, obat herbal hepatitis, cara mengobati hepatitis, obat hepatitis herbal, obat herbal liver, obat liver alami, obat hepatitis alami, propolis obat hepatitis, cara mengobati hepatitis dengan propolis, dosis propolis untuk hepatitis, manfaat propolis untuk hepatitis, khasiat propolis untuk hepatitis, propolis untuk hepatitis, obat untuk hepatitis a, obat untuk hepatitis, cara mengobati sakit liver, propolis obat liver

obat hepatitis, obat penyakit liver, obat herbal hepatitis, obat herbal liver, propolis untuk hepatitis
propolis efektif mengobati hepatitis

Liver atau hati adalah organ yang sangat penting bagi tubuh dan kelangsungan hidup kita. Hati akan melakukan proses penyerapan karbohidrat, lemak, protein dan mineral agar tubuh dapat berfungsi dengan normal. Hati berfungsi untuk mengubah karbohidrat menjadi energi yang dapat digunakan untuk melakukan aktivitas. Hati juga berfungsi sebagai tempat pembentukan zat pembekuan darah dan plasma darah, sebagai tempat penyimpanan cadangan air dan pembakaran gula, serta penyimpanan zat-zat mineral.

Selain itu, hati berfungsi untuk membuang dan menghancurkan toksin (racun) dari darah kemudian dikeluarkan melalui feses (tinja). Dengan terganggunya fungsi hati tersebut, maka terganggu pula fungsi organ tubuh yang lainya, sehingga membuat kesehatan seseorang akan hancur secara keseluruhan. Akibat lainnya dari kerusakan fungsi hati adalah hati menolak darah yang mengalir sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan pecahnya pembuluh darah.

obat hepatitis, obat penyakit liver, obat herbal hepatitis, obat herbal liver, propolis untuk hepatitisPenyakit liver atau dikenal juga dengan sebutan penyakit hepatitis (radang hati) atau penyakit kuning adalah suatu jenis penyakit peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh adanya virus (virus hepatitis A, B, C, D, dan E), atau jenis virus lainnya seperti mononukleosis infeksiosa, virus mumps, virus rubella, virus Epstein-Barr, virus Herpes, dan Cytomegalovirus .

Penyebab lain penyakit hepatitis atau penyakit liver adalah karena mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan secara berlebihan. Ada dua jenis hepatitis atau penyakit liver, hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut“, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis“.

Gejala Hepatitis atau Penyakit Liver

Penyakit liver atau hepatitis ini sangat berbahaya bagi kesehatan kita, oleh sebab itu sangatlah penting untuk mengetahui gejala penyakit liver / hepatitis agar kita bisa mengetahui apakah kita sedang mengidap penyakit liver atau tidak dan melakukan pencegahan dini serta pengobatan penyakit liver ini. Gejala penyakit liver atau penyakit hepatitis yang umum dikenal adalah adanya perubahan warna selaput mata yang menjadi kuning, sehingga penyakit liver terkadang juga dikenal dengan nama penyakit kuning. Secara umum gejala penyakit liver adalah sebagai berikut :

  • Mudah kehilangan selera makan dan sering merasa mual-mual.
  • Sangat mudah merasa kelelahan dan tidak bersemangat.
  • Warna kulit dan selaput mata berubah menjadi kuning.
  • Gairah seks menurun.
  • Perut bagian kanan atas sering terasa nyeri.
  • Warna urine berubah menjadi berwarna coklat seperti teh.
  • Berat badan mengalami penurunan yang cukup drastis.
  • Mengalami pegal-pegal,otot terasa sakit, dan demam walaupun ringan.
  • Kadar gula dalam tubuh juga rendah (Hipoglikemia).
  • Sering buang air besar (diare).
  • Warna tinja (feses) pucat.

Jenis Penyakit Liver atau Hepatitis

Ada 5 jenis penyakit liver atau hepatitis berdasarkan jenis virus penyebabnya. Kelima virus itu adalah virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV), dan virus hepatitis E (HEV). Virus-virus ini terus berkembang dan bahkan diperkirakan sedikitnya masih ada 3 jenis virus lagi yang dapat menyebabkan hepatitis.

Hepatitis A

Hepatitis A adalah satu-satunya hepatitis yang tidak serius dan sembuh secara spontan tanpa meninggalkan jejak. Penyakit ini bersifat akut, hanya membuat kita sakit sekitar 1 sampai 2 minggu. Virus Hepatitis A (HAV) yang menjadi penyebabnya sangat mudah menular, terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terinfeksi. Kebersihan yang buruk pada saat menyiapkan dan menyantap makanan memudahkan penularan virus ini.

Karena itu, penyakit ini hanya berjangkit di masyarakat yang kesadaran kebersihannya rendah. Hepatitis A dapat menyebabkan pembengkakan hati, tetapi jarang menyebabkan kerusakan permanen. Anda mungkin merasa seperti terkena flu, mual, lemas, kehilangan nafsu makan, nyeri perut dan ikterik (mata/kulit berwarna kuning, tinja berwarna pucat dan urin berwarna gelap) atau mungkin tidak merasakan gejala sama sekali. Virus hepatitis A biasanya menghilang sendiri setelah beberapa minggu.

Hepatitis B

Hepatitis B adalah jenis penyakit liver berbahaya dan dapat berakibat fatal. Virus Hepatitis B (HBV) ditularkan melalui hubungan seksual, darah (injeksi intravena, transfusi), peralatan medis yang tidak steril atau dari ibu ke anak pada saat melahirkan. Pada 90% kasus HBV menghilang secara alami, tetapi pada 10% kasus lainnya virus tersebut tetap bertahan dan mengembangkan penyakit kronis, yang kemudian bisa menyebabkan sirosis atau kanker hati.

Banyak bayi dan anak-anak yang terkena hepatitis B tidak betul-betul sembuh, sehingga mendapatkan masalah liver di usia dewasa. Anda perlu berhati-hati dengan virus HBV karena dapat ditularkan oleh orang yang sehat (yang tidak mengembangkan penyakit hepatitis B) tetapi membawa virus ini. Hepatitis B seringkali tidak menimbulkan gejala. Bila ada gejala, keluhan yang khas dirasakan adalah nyeri dan gatal pada persendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, dan ikterik.

Hepatitis C

Hepatitis C menular terutama melalui darah. Sebelumnya, transfusi darah bertanggung jawab atas 80% kasus hepatitis C. Kini hal tersebut tidak lagi terjadi berkat kontrol yang lebih ketat dalam proses donor dan transfusi darah. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tattoo dan body piercing yang dilakukan dalam kondisi tidak higienis. Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual, dan dari ibu ke anak pada saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari.

Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan didalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver. Evolusi hepatitis C tidak dapat diprediksi. Infeksi akut sering tanpa gejala (asimtomatik). Kemudian, fungsi liver dapat membaik atau memburuk selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada sekitar 20% pasien penyakitnya berkembang sehingga menyebabkan sirosis (kanker hati).

Hepatitis D

Hepatitis D atau sering juga disebut virus delta, adalah virus cacat yang memerlukan pertolongan virus hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang terinfeksi hepatitis B. Virus hepatitis D (HDV) adalah yang paling jarang tapi paling berbahaya dari semua virus hepatitis. Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B.

Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi). Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d- 80%) menjadi sirosis (kanker hati).

Hepatitis E

Hepatitis E mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus. Hepatitis E menyebabkan penyakit akut tetapi tidak menyebabkan infeksi kronis. Secara umum, penderita hepatitis E sembuh tanpa penyakit jangka panjang. Pada sebagian pasien (1-4%), terutama pada ibu hamil, hepatitis E menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya.

(sumber: www.majalahkesehatan.com, www.webmd.com, www.cdc.gov, www.nlm.gov )

Manfaat Propolis untuk Mengobati dan Mencegah Hepatitis atau Liver

Manfaat dan khasiat propolis untuk mengobati berbagai jenis penyakit sudah terkenal sejak lama. Banyak fakta yang diungkapkan oleh para ahli mengenai kegunaan propolis untuk manusia dalam hal pengobatan. Diketahui bahwa propolis mengandung banyak sekali zat yang bermanfaat untuk manusia seperti berbagai jenis vitamin (Vitamin A, B2, B6, E, C, D, H, P, K, asam folat, asam nikotinat), semua jenis mineral ( seperti besi, tembaga, seng, mangan, aluminium, unsur kima, vanadium, strotium, silicon dan zat kapur), kecuali sulfur, 16 rantai asam amino essensial, zat CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester), Artepillin C, dan flavonoid.

Salah satu kandungan yang ada dalam propolis adalah zat QUERCETIN (salah satu jenis flavonid / bioflavonids) yang bermanfaat sebagai anti virus, anti bakteri, anti jamur, anti alergi, anti oksidan, anti kanker, dan anti peradangan. Penyakit liver atau hepatitis adalah salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang mengakibatkan peradangan pada organ hati (liver).

Quercetin dalam propolis mampu membasmi dan menghilangkan berbagai jenis virus penyebab hepatitis atau penyakit liver, tanpa efek samping. Propolis terbukti sangat efektif dalam mengobati dan menyembuhkan penyakit HEPATITIS / penyakit liver sampai tuntas.

Berikut ini adalah berbagai fakta yang dikemukakan oleh para ahli mengenai manfaat propolis yang berhubungan dengan pengobatan penyakit liver / hepatitis:

  • John Diamond MD; propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem immunitas tubuh. Propolis dapat meningkatkan dan menjaga kekebalan tubuh terhadap penyakit, termasuk menangkal virus penyebab hepatitis.
  • dr. Giurcaneanu dan dr. Franjfeik dari Austria (1988) yang menguji coba propolis pada penyakit herpes zoster yang disebabkan oleh virus Varicella zoster dibuktikan propolis dapat mengurangi lamanya sakit, mengilangkan gatal dalam 3 hari, dan mengurangi rasa nyeri setelah 48 jam pemakaian.
  • Dr. Cardile dari Italy, menyebutkan bahwa kandungan asam amino, asam fenolat, ester asam fenolat, flavonoid, asam sinamat, dan asam kafeat yang terkandung dalam propolis memiliki efek anti inflamasi sekaligus menstimulasi sistem immun tubuh. Selain sebagai analgesik propolis memiliki peran sebagai anestesi.
  • Profesor Arnold Becket; propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
  • Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; dalam propolis terdapat zat CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester) yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE  secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.
  • Majalah antibiotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi atau berbagai jenis peradangan tanpa batas kadaluwarsa.
  • The National Heart and Lung Institute London; dalam penelitian terakhirnya menunjukan bahwa bioflavonoids pada propolis mampu menghancurkan banyak bakteri yang resisten (kebal) terhadap antibiotik sintesis. Propolis sensitif terhadap Staphylococcus aureus (penyebab infeksi staph pada kulit), Streptococcus (bakteri penyebab radang tenggorokan), Escherichia Coli (bakteri penyebab gangguan pencernaan dan infeksi saluran kemih), virus Influenza, Herpes, Helicobacter Pylori (bakteri penyebab sakit maag kronis), Salmonella typhosa (penyebab penyakit diare, thypus, dan penyakit pencernaan lainnya). Propolis juga sensitif terhadap jamur yang menjadi penyebab penyakit kewanitaan (keputihan patologis), eksim, dan penyakit kulit lainnya yang disebabkan oleh jamur.
  • dr. Jessie Pamudji (Sekolah Farmasi ITB Bandung); Propolis mengandung senyawa yang bersifat anti mikroba yaitu flavon pinocembrin, flavonol galangin dan asam kafeat yang berfungsi sebagai anti bakteri.
  • Dokter Agaard, meneliti propolis pada 50.000 orang di seluruh Skandinavia dan menyimpulkan propolis dapat digunakan oleh orang sehat maupun sakit untuk mencegah atau mengobati penyakit.
  • Dr. K. Lund Aagaard, Bioflavonoids yang terkandung dalam Propolis dapat mendegradasi radikal bebas yang disebabkan POLUSI, BAHAN PENGAWET, dan BAHAN KIMIA lain yang masuk kedalam tubuh. Kemampuan kerja BIOFLAVONOIDS ini setara dengan KEMAMPUAN 500 BUAH JERUK.

Dari banyaknya fakta yang diungkapkan oleh para ahli diatas, jelas terlihat bahwa propolis memiliki manfaat dan khasiat yang sangat ampuh untuk mengobati berbagai jenis penyakit, termasuk HEPATITIS atau PENYAKIT LIVER.

Obat Herbal Terbaik untuk Hepatitis atau Liver

obat hepatitis, obat penyakit liver, obat herbal hepatitis, obat herbal liver, propolis untuk hepatitis
propolis terbaik untuk hepatitis atau penyakit liver

Pada uraian diatas telah dibahas mengenai manfaat dan khasiat propolis dalam mengobati dan menyembuhkan penyakit hepatitis atau penyakit liver. Jelas sekali terlihat bahwa propolis mampu mengobati hepatitis atau penyakit liver sampai tuntas, tanpa efek samping. Sekarang saatnya Anda memilih merk propolis apa yang paling bagus kualitasnya untuk mengobati hepatitis. Apakah semua merk propolis sama bagusnya? jawabannya adalah TIDAK !!!

Saat ini banyak sekali merk propolis yang beredar, Anda tentu merasa bingung dalam memilih merk propolis mana yang bagus kualitasnya untuk mengobati penyakit hepatitis atau penyakit liver yang Anda derita. Sekarang Anda tidak perlu bingung lagi dalam memilih merk propolis yang bagus kualitasnya. Pilih saja Goodfit Nano Propolis.

Goodfit Nano Propolis adalah merk propolis terbaik untuk mengobati berbagai jenis peradangan, termasuk radang hati atau hepatitis. Benarkah demikian? Apa kelebihan Goodfit Nano Propolis dibanding merk propolis lainnya? Berikut ini adalah beberapa kelebihan Goodfit Nano Propolis dibanding merk propolis lainnya:

  • Terbuat dari 100% Brazilian Green Propolis, yang merupakan jenis propolis terbaik nomor 1 di dunia. Menurut sebuah penelitian di salah satu universitas di Jepang pada tahun 2010, Brazilian Green Propolis mengandung Quercetin 70 mg/ml, jauh lebih tinggi dibandingkan jenis propolis lainnya. Quercetin adalah salah satu jenis flavonoid yang bermanfaat sebagai zat anti virus, anti bakteri, anti jamur, anti kanker, anti alergi, anti peradangan, dan anti oksidan.

propolis brazilian green, propolis terbaik, propolis goodfit

  • Diproses dengan Teknologi Nano “super critical fluid extraction (SCF)“, membuat molekul Goodfit Nano Propolis hanya sebesar 1 nanometer, atau setara dengan 100.000 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia. Dengan ukuran molekul 2 kali lebih kecil dari DNA dan 75 kali lebih kecil dari pembuluh darah, Goodfit Nano Propolis mampu menyebar dengan kecepatan tinggi dalam darah manusia. Goodfit Nano Propolis dengan cerdas mampu mengetahui perubahan molekular dalam tubuh manusia secara spesifik dan mengintervensi langsung ke bagian sel-sel tubuh yang rusak.

propolis brazilian goodfit

  • Bebas kandungan BeesWax / Lilin Lebah. Goodfit Nano Propolis berhasil menyingkirkan kandungan beeswax / lilin lebah dari larutannya, sehingga SANGAT AMAN untuk dikonsumsi oleh semua usia termasuk ibu hamil (baca: Manfaat Propolis untuk Ibu Hamil), ibu menyusui (baca: Manfaat Proplis untuk Ibu Menyusui), bahkan juga aman diberikan pada bayi (baca : Propolis yang Bagus dan Aman untuk Bayi). Goodfit Nano Propolis apabila diteteskan ke dalam air akan menghasilkan larutan yang yang berwarna bening kehijauan, itu membuktikan bahwa Goodfit Nano Propolis TIDAK mengandung beeswax / lilin lebah. Berbeda dengan merk propolis yang masih mengandung beeswax / lilin lebah, apabila diteteskan ke dalam air maka akan menghasilkan larutan keruh yang berwarna keputihan. Penting untuk Anda ketahui bahwa beeswax / lilin lebah kurang baik akibatnya apabila masuk ke dalam tubuh manusia, karena akan menghambat penyerapan zat-zat makanan bahkan apabila terkonsumsi dalam jumlah banyak dapat mengkristal di ginjal sehingga menyebabkan penyakit batu ginjal. Perhatikan foto gelas dibawah ini. Gelas tersebut biasa digunakan untuk mengkonsumsi propolis yang masih mengandung lilin lebah. Noda bekas lilin lebah/beeswax nampak masih menempel pada dinding dan dasar gelas. Bayangkan kalau itu terjadi pada saluran pencernaan anda !!!!

propolis lilin lebah, efek lilin lebah, bahaya lilin lebah, efek samping propolispropolis untuk hepatitis, obat herbal hepatitis, cara mengobati hepatitis

  • Dikemas dalam botol kaca / beling. Propolis yang dikemas dalam botol kaca / beling akan terjaga kualitasnya dengan baik, tanpa takut tercampur zat lain seperti melamine pada plastik.

propolis untuk hepatitis, obat herbal hepatitis, cara mengobati hepatitis

Itulah beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Goodfit Nano Propolis. Goodfit Nano Propolis sangat aman untuk dikonsumsi oleh siapapun juga, termasuk oleh ibu hamil, ibu menyusui, bahkan bayi dan balita, tanpa efek samping. Larutan propolisnya mudah dan cepat diserap oleh tubuh, sehingga khasiat propolis yang luar biasa dapat segera anda rasakan. Goodfit Nano Propolis dapat dengan efektif membunuh bakteri penyebab radang hati atau hepatitis dan menyembuhkan liver anda.

Cara Mengobati Hepatitis atau Liver dengan Propolis

Berikut ini adalah dosis yang Kami anjurkan untuk mengobati penyakit hepatitis atau liver dengan obat herbal Goodfit Nano Propolis. Dosis ini hanya sebagai acuan saja karena sebenarnya tidak ada aturan baku untuk mengkonsumsi Goodfit Nano Propolis, karena Goodfit Nano Propolis merupakan obat herbal murni, sehingga aman, tidak akan menimbulkan overdosis walaupun mengkonsumsi secara berlebihan.

  • Untuk dewasa, larutkan 5-10 tetes Goodfit Nano Propolis kedalam seperempat gelas air putih hangat kuku, minum secara rutin 4 kali sehari (pagi, siang, sore, malam).
  • Untuk anak-anak, larutkan 2-5 tetes Goodfit Nano Propolis kedalam seperempat gelas air putih hangat kuku, minum secara rutin 4 kali sehari (pagi, siang, sore, malam).
  • Sebaiknya diminum saat perut sedang kosong (sebelum makan).
  • Bisa juga langsung diteteskan dibawah lidah (syaraf pituitary).
  • Untuk pencegahan, gunakan dosis yang sama (jumlah tetesnya), minum 1-2 kali sehari.
  • Jika sambil mengkonsumsi obat dokter, berikan jeda 1 jam sebelum atau setelahnya.

Testimoni Propolis untuk Mengobati Hepatitis

Sudah banyak konsumen Goodfit Nano Propolis yang merasakan manfaat dan khasiat propolis yang sangat luar biasa. Berikut ini adalah beberapa testimoni atau kesaksian dari para konsumen yang sembuh penyakit hepatitisnya  setelah mengkonsumsi Goodfit Nano Propolis:

obat herbal liver, cara mengobati hepatitis, merk obat untuk hepatitis, dosis propolis untuk liver

obat hepatitis, obat penyakit liver, obat herbal hepatitis, obat herbal liver, propolis untuk hepatitis

Demikianlah sedikit uraian mengenai manfaat propolis untuk mengobati penyakit liver atau hepatitis. Anda tidak perlu ragu lagi untuk mengobati hepatitis dengan Goodfit Nano Propolis. Namun perlu Anda ingat, kesembuhan adalah milik Allooh SWT, obat atau apapun itu hanyalah perantara, tidak menjamin pasti sembuh. Berdo’alah, minta kesembuhan kepada-Nya. Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai propolis, cara pengobatan penyakit liver atau hepatitis dengan propolis, atau untuk memesan Goodfit Nano Propolis, silahkan hubungi:

Tatang “Goodfit” Tarmudi
0822 1812 0457 / D8222F14

 

Advertisements