Manfaat Berpuasa untuk Kesehatan


manfaat puasa

0822 1812 0457 – Alhamdulillaah bulan suci Romadhon telah tiba… Sudah sepantasnya kita semua bersyukur karena Alloh SWT mempertemukan lagi kita dengan bulan penuh ampunan, bulan mulia, bulan penuh berkah dan rohmat, bulan dimana terdapat satu malam yang jika kita gunakan untuk beribadah, maka pahalanya sama beribadah selama 1000 bulan. Sungguh sangat luar biasa sekali bukan?

Selama bulan suci Romadhon, setiap muslim yang baligh, sehat, dan tidak berhalangan (nifas, menstruasi) WAJIB untuk berpuasa. Untuk sebagian orang, berpuasa itu mungkin merupakan hal yang berat untuk dilakukan. Padahal andai saja mereka tau, ada banyak sekali manfaat dari berpuasa pada bulan Romadhon ini. Selain untuk beribadah, berpuasa pada bulan Romadhon jg dapat menyehatkan tubuh kita. Nggak percaya? Baca aja artikel ini sampai dengan selesai…..

Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim: “Berpuasalah maka kamu akan sehat.” Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis, dan biomolekular.

Nah kali ini Saya ingin berbagi informasi (Saya kumpulkan dari berbagai sumber) mengenai manfaat apa aja yang bisa kita rasain kalo kita berpuasa di bulan suci Romadhon, check this out guyss….

Manfaat Berpuasa untuk Kesehatan

Jangan malas berpuasa ya, karena PUASA itu SEHAT… Berikut ini adalah beberapa manfaat yang kita dapetin saat berpuasa:

  • Mengurangi risiko plak pada jantung. Puasa bisa membantu kita untuk mengurangi risiko pembentukan plak yang dapat menyumbat pembuluh darah di jantung. Ini dikarenakan asupan lemak jahat pada tubuh berkurang daripada biasanya selama kita berpuasa.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa saat berpuasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Walaupun keseluruhan sel darah putih tidak berubah, namun ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Membuang racun dalam tubuh (detoksifikasi). Pembuangan racun tersebut bisa melalui keringat, urine, atau saat buang air besar sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat daripada sebelumnya.
  • Mengurangi kadar lemak. Selama puasa, tubuh akan membakar glukosa yang tersisa untuk menghasilkan energi. Ketika glukosa telah habis, tubuh akan menggantinya dengan membakar lemak yang tersimpan di otot untuk menghasilkan energi. Itulah salah satu alasan yang pas menjadikan puasa sebagai momen menurunkan berat badan di tubuh.
  • Memperbaiki pola makan. Melakukan puasa secara rutin, akan membantu Anda mengontrol kebiasaan makan. Puasa juga memungkinkan Anda untuk memilih makanan sehat untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka.
  • Membantu proses penyembuhan. Bagi Anda yang sedang sakit, saat puasa tubuh akan bekerja lebih efisien untuk menggantikan sel-sel rusak dan menghentikan pertumbuhan tumor yang tidak diinginkan. Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan efisiensi penyembuhan seseorang dari penyakit yang dialaminya.
  • Mengontrol kadar gula darah (diabetes). Rajin puasa setidaknya satu kali dalam seminggu ternyata dapat meningkatkan proses pemecahan glukosa untuk memproduksi energi. Dengan begitu, insulin yang diproduksi akan menurun yang artinya kadar gula darah juga turun.
  • Mengurangi resiko serangan jantung. Puasa ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari risiko terserang penyakit jantung. Ini terjadi karena selama puasa terjadi penurunan rata-rata 15 persen pada tingkat trigliserida (TG) dan 10,9 persen penurunan pada kolestrol low-density lipoprotein (LDL) yang merupakan faktor risiko untuk serangan jantung.
  • Menambah kesuburan. Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.
  • Menurunkan resiko darah tinggi. Keadaan psikologis yang tenang, tidak dipenuhi dengan rasa amarah saat puasa, ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
  • Memperbaiki kondisi mental. Seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan berpuasa, sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Romadhon juga mengurangi risiko komplikasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.
  • Memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat.
  • Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup.
  • Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh.
  • Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.
  • Meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya.
  • Meningkatkan fungsi organ tubuh. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam.
  • Puasa meningkatkan fungsi organ reproduksi. Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis.
  • Puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin. Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.
  • Menurunkan Kolesterol. Bagi Anda yang hendak mengontrol kolestrol tubuh, cobalah untuk rajin berpuasa. Selain mendapat mengurangi kadar lemak dalam darah, mengontrol kolestrol dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular serta menurunkan risiko serangan jantung
  • Mengurangi resiko Hepatitis. Saat lapar, tubuh membuat senyawa molekul DNA GADD45b yang mempunyai aktivitas berbeda dari senyawa lainnya. Hal itu diketahui jika molekul DNA tersebut mengendalikan penyerapan asal lemak pada liver yang bila dibiarkan bisa meningkatkan risiko seseorang terkena steatohepatitis atau hepatitis karena lemak.
  • Meredakan penyakit maag. Beberapa orang yang mengalami maag dikarenakan pola makan yang tidak benar. Dengan puasa dapat membantu mengubah pola makan sehingga terhindar dari penyakit maag.
  • Mengobati penyakit pada sistem pernafasan seperti, sinusitis, asma, TBC, dan lain-lain. Puasa bisa membantu Anda yang mengalami masalah pernapasan salah satunya adalah sesak napas. Hal ini terkait dengan kosongnya perut selama puas ayang memberikan kesempatan bergerak bagi rongga badan secara lebih leluasa, sehingga kinerja paru-paru menjadi lebih baik dan semakin bertambah kadar keluasannya.
  • Mencegah penyakit pada ibu hamil. Menjalankan puasa ternyata tidak membuat ibu yang sedang hamil mengalami kekurangan nutrisi. Namun, dapat mencegah sang ibu serta janin dari penyakit yang timbul akibat pola makan yang berlebihan. Hal tersebut ketika ibu berlebihan gizi akan menyebabkan overnutrisi yang dapat membuat ibu dan janin mengalami obesitas sehingga berisiko mengalami penyakit degeneratif seperti kolestrol atau jantung koroner. Namun perlu diingat, untuk menjalani puasa sang ibu harus melalui persetujuan dari dokter terlebih dahulu.

Demikianlah beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan jika kita rajin berpuasa.